Friday, May 1, 2020

Resume Belajar Menulis tanggal 29 April 2020


Pemateri Tanggal 29 April 2020
Belajar Menulis Gelombang 10
Pertemuan 2   : Rabu, 29 April 2020
Waktu              : Pukul 13.00 -15.00 WIB
Pemateri         : Dr.Uswadin, M.Pd
Topik               : Belajar, Belajar dan Belajar Menulis Setiap Hari
Peresum         : Kaswati,S.Pd
                          ( bukaswati@gmail.com )

Belajar, Belajar dan Belajar Menulis Setiap Hari

Menulis bisa dianggap mudah. Menulis bisa dianggap sulit. Menulis memerlukan satu keterampilan dan kemampuan tersendiri. Jika latihan menulis dilakukan terus menerus dan juga belajar mengatasi kelemahan – kelemahan yang ada maka niscaya kemampuan menulis kita semakin hari semakin membaik. Untuk dapat menulis dengan baik yang harus kita lakukan :
Ø  pertama kita harus bisa mengalahkan diri kita sendiri yaitu mengatasi kemalasan-kemalasan yang ada pada diri kita.
Ø   kedua mengatasi ketidak percayaan pada diri kita ( merasa tulisan kita tidak bagus, tulisan kita tidak berbobot dan merasa tulisan kita tidak memiliki makna )
Ø  Kita harus menyiapkan waktu, tempat untuk menulis, menyiapkan ide yang kadang waktunya tidak menentu.  Jika muncul ide segera tulis ide itu dalam draff ,pada pointer pointer utama yang penting bagi sebuah tulisan itu. Yang mana tulisan itu nantinya akan kita kembangkan pada saat kita menulis. Menulis diawali dari sebuah ide, tanpa ada ide maka tulisan itu tidak akan memiliki konten yang jelas, tidak memiliki tujuan yang jelas. Jadi ide atau gagasan utama atau pikiran-pikiran yang akan kita tuangkan itulah pokok alasan kita berani menulis.
Memulai menulis merupakan hal yang baik tidak perlu menunggu sempurna. Tulisan yang baik adalah tulisan yang sudah selesai.

MENGAMBIL HIKMAH DIBALIK PANDEMI COVID-19
Mengutip dari Dr.Uswadin, M.Pd.
Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga mejadi wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik  Covid-19

Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah SWT akan memberikan hikmah di dalamnya. Wabah virus Corona telah merubah dunia secara mendadak, suasana keramaian yang semula terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas sekolah dan perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah, perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah. Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan belajar di rumah (work from home and home learning).

Kebijakan social distancing dan physical distancing yang diterapkan dengan adanya karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan telah diterapkan di berbagai daerah. Karena pola penyebaran virus ini sulit dideteksi sehingga menghindari kontak langsung dengan orang lain pada saat sekarang sangat disarankan. Semua orang mempunyai potensi untuk menularkan virus ini, karena penyakit ini kadang ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah berinteraksi dengan orang yang terpapar virus. Penyakit ini memang tidak memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara, bahkan agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar.

Beberapa dampak positif atau hikmah yang muncul antara lain:
1.    Lahirnya kembali kesadaran akan pentingnya peran pendidikan di keluarga, bahwa peran orangtua dalam mendidik anak, adalah kewajiban yang utama dan pertama.
2.    Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat, dalam kondisi biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan orangtua di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam waktu yang cukup lama.
3.    Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik dengan lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.
4.    Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.
5.    Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari Google, ada Zoom Cloud Meeting, web sekolah, WhatsApp group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK dalam pembelajaran.
6.    Polusi udara di kota-kota besar dunia menurun dan udara lebih sehat dan bersih.
7.    Bumi semakin menjadi lebih baik karena getaran bumi semakin berkurang.
8.    Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan Ozon.
9.    Satu hal yang baik dari adanya musibah corona adalah, munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat. Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati dan perhatian selalu dekat.
10.  Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas kesehatan adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19.

Demikianlah beberapa hikmah yang dapat diambil dengan adanya wabah virus corona. Banyak kejadian yang menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar kegembiraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang. Yang utama bagi kita semua sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan, menggunakan masker jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at home and keep health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan.


PESANTREN BAITI JANNATI

Pesantren Baiti Jannati adalah  pesantren yang muncul dimasa Pandemic Covid-19 ini. Rumah dijadikan tempat tarawih pada saat bulan Ramadhan.
Hal  ini karena adanya larangan shalat berjamaah di masjid dan mushola. Shalat wajib lima, tadarus, menghafal Al-Qur’an serta mengaji kitab-kitab kuning dan kitab lainnya   dilakukan dirumah.
Ayah yang menjadi kepala keluarga sekarang merangkap menjadi Kyai dan Imam di Pesantren Baiti Jannati.
Ibu sekarang menjadi Nyai di pesantren yang sama.
Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila dilakukan tadarus bersama anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama untuk berlomba dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampuna, yaitu Ramadhan 1441 hijriah.
 
Kesimpulan :
Ø  Dibalik musibah yang di ciptakan Allah ternyata banyak memberikan dampak positif atau hikmah bagi seluruh umat di dunia bahkan planet yang bernama bumi pun juga ikut merasakan dampak positifnya
Ø  Bersama kesulitan pasti ada kemudahan
Ø  Dampak Pandemic Covid-19 yang luar biasa istimewanya yaitu munculnya Pesantren Baiti Jannati, dimana semua anggota bisa menjalanan semua kegiatan ibadah bersama-sama  dirumah. Memunculkan  kedekatan orang tua dengan anak, kakak dengan adek. Mungkin tanpa adanya Pandemic Covid-19 ini Pesantren Baiti Jannati tidak akan terwujud.


4 comments:

  1. Ajib...lanjutkaaaannnn...
    🥰🥰👍👍

    ReplyDelete
  2. Tulisan yang bagus.. ada hikmah dibalik segala kejadian

    ReplyDelete
  3. Monggo dilanjut Bun. Semakin oke belajar menulis.

    ReplyDelete
  4. Luar biasaaah... tetap semangat ciiin.

    ReplyDelete

Puisi

                      Untaian Cerita Soreku Detik detik jarum jam mengingatkan ku pada seseorang disampingku saat belajar di bangku...