Pertemuan 2 : Rabu, 29 April 2020
Waktu : Pukul 13.00
-15.00 WIB
Pemateri : Dr.Uswadin, M.Pd
Topik : Belajar, Belajar
dan Belajar Menulis Setiap Hari
Peresum : Kaswati,S.Pd
Belajar, Belajar
dan Belajar Menulis Setiap Hari
Menulis bisa dianggap mudah. Menulis bisa dianggap sulit. Menulis
memerlukan satu keterampilan dan kemampuan tersendiri. Jika latihan menulis dilakukan
terus menerus dan juga belajar mengatasi kelemahan – kelemahan yang ada maka
niscaya kemampuan menulis kita semakin hari semakin membaik. Untuk dapat
menulis dengan baik yang harus kita lakukan :
Ø pertama kita harus
bisa mengalahkan diri kita sendiri yaitu mengatasi kemalasan-kemalasan yang ada
pada diri kita.
Ø kedua mengatasi ketidak percayaan pada diri
kita ( merasa tulisan kita tidak bagus, tulisan kita tidak berbobot dan merasa
tulisan kita tidak memiliki makna )
Ø Kita harus
menyiapkan waktu, tempat untuk menulis, menyiapkan ide yang kadang waktunya
tidak menentu. Jika muncul ide segera
tulis ide itu dalam draff ,pada pointer pointer utama yang penting bagi sebuah
tulisan itu. Yang mana tulisan itu nantinya akan kita kembangkan pada saat kita
menulis. Menulis diawali dari sebuah ide, tanpa ada ide maka tulisan itu tidak
akan memiliki konten yang jelas, tidak memiliki tujuan yang jelas. Jadi ide
atau gagasan utama atau pikiran-pikiran yang akan kita tuangkan itulah pokok
alasan kita berani menulis.
Memulai menulis merupakan hal yang baik tidak perlu menunggu sempurna.
Tulisan yang baik adalah tulisan yang sudah selesai.
MENGAMBIL HIKMAH
DIBALIK PANDEMI COVID-19
Mengutip dari Dr.Uswadin,
M.Pd.
Peristiwa
terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan
akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga mejadi wabah
pandemik yang dikenal dengan Pandemik
Covid-19
Adanya
sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah
SWT akan memberikan hikmah di dalamnya. Wabah
virus Corona telah merubah dunia secara mendadak, suasana keramaian yang semula
terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas
sekolah dan perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah,
perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak
lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi melambat dan
berimbas kepada menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat
kalangan bawah. Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula
dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah, belajar
dari rumah, dan belajar di rumah (work from home and home learning).
Kebijakan social distancing dan physical
distancing yang diterapkan dengan adanya karantina wilayah atau
pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan telah
diterapkan di berbagai daerah. Karena pola penyebaran virus ini sulit dideteksi
sehingga menghindari kontak langsung dengan orang lain pada saat sekarang
sangat disarankan. Semua orang mempunyai potensi untuk menularkan virus ini,
karena penyakit ini kadang ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah
berinteraksi dengan orang yang terpapar virus. Penyakit ini memang tidak
memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara, bahkan
agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar.
Beberapa dampak positif atau hikmah
yang muncul antara lain:
1. Lahirnya kembali kesadaran akan pentingnya peran pendidikan
di keluarga, bahwa peran orangtua dalam mendidik anak, adalah kewajiban yang
utama dan pertama.
2. Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat, dalam kondisi
biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan orangtua
di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work
from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam
waktu yang cukup lama.
3. Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik dengan
lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada
saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan
lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.
4. Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak
ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan
mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal
sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian
pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena
bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.
5. Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran,
yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools
untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir
semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan
aplikasi dari Google, ada Zoom Cloud Meeting, web sekolah, WhatsApp group,
email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK
dalam pembelajaran.
6. Polusi udara di kota-kota besar dunia menurun dan udara
lebih sehat dan bersih.
7. Bumi semakin menjadi lebih baik karena getaran bumi semakin
berkurang.
8. Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan Ozon.
9. Satu hal yang baik dari adanya musibah corona adalah,
munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran
berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat.
Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati
dan perhatian selalu dekat.
10. Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan
oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas kesehatan
adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19.
Demikianlah beberapa hikmah yang
dapat diambil dengan adanya wabah virus corona. Banyak kejadian yang
menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar kegembiraan dan
kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang. Yang utama bagi kita semua
sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan, menggunakan masker
jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at home and keep
health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan.
PESANTREN BAITI
JANNATI
Pesantren Baiti Jannati adalah pesantren yang muncul dimasa Pandemic Covid-19
ini. Rumah dijadikan tempat tarawih pada saat bulan Ramadhan.
Hal ini karena
adanya larangan shalat berjamaah di masjid dan mushola. Shalat wajib lima,
tadarus, menghafal Al-Qur’an serta mengaji kitab-kitab kuning dan kitab
lainnya dilakukan dirumah.
Ayah yang menjadi kepala keluarga sekarang merangkap
menjadi Kyai dan Imam di Pesantren Baiti Jannati.
Ibu sekarang menjadi Nyai di pesantren yang sama.
Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila
dilakukan tadarus bersama anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama
untuk berlomba dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampuna,
yaitu Ramadhan 1441 hijriah.
Kesimpulan :
Ø Dibalik musibah
yang di ciptakan Allah ternyata banyak memberikan dampak positif atau hikmah
bagi seluruh umat di dunia bahkan planet yang bernama bumi pun juga ikut
merasakan dampak positifnya
Ø Bersama kesulitan
pasti ada kemudahan
Ø Dampak Pandemic
Covid-19 yang luar biasa istimewanya yaitu munculnya Pesantren Baiti Jannati,
dimana semua anggota bisa menjalanan semua kegiatan ibadah bersama-sama dirumah. Memunculkan kedekatan orang tua dengan anak, kakak dengan
adek. Mungkin tanpa adanya Pandemic Covid-19 ini Pesantren Baiti Jannati tidak
akan terwujud.

Ajib...lanjutkaaaannnn...
ReplyDelete🥰🥰👍👍
Tulisan yang bagus.. ada hikmah dibalik segala kejadian
ReplyDeleteMonggo dilanjut Bun. Semakin oke belajar menulis.
ReplyDeleteLuar biasaaah... tetap semangat ciiin.
ReplyDelete