Sunday, May 3, 2020

Resume belajar menulis tanggal 01 Mei 2020


Pemateri Tanggal 01 Mei 2020
Belajar Menulis Gelombang 10
Pertemuan 4       : Jum,at, 01 Mei  2020
Waktu                  : Pukul 13.00 -15.00 WIB
Pemateri              : Dadang Kadarusman
Topik                    : Motivasi  Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku
Peresum              : Kaswati,S.Pd
                             ( bukaswati@gmail.com )


Motivasi  Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku
Mengutip dari  Bapak Dadang Kadarusman

Bapak Dadang Kadarusman adalah anak seorang guru sekolah dasar. Ketika saya masih kecil, sang ayah sering membawakan buku-buku bacaan. Dari situ Seorang Dadang Kadarusman jadi suka membaca. Dan dari suka membaca itu kemudian saya berkeinginan untuk menulis. Jadi sejak kecil saya sudah menulis

Menulis setiap hari itu butuh skill dan trik. Bisa Menghasilkan tulisan  setiap hari itu adalah sebuah surprise. Ketika seseorang lebih mementingkan menerbitkan buku saja, maka dia akan hanya menerbit buku satu atau dua kali buku saja. Karena kebanyakan mereka bergantung pada orang lain. Berbeda dengan orang yang suka menulis setiap hari.  Menulis setiap hari bisa mengasah ketrampilan untuk menghasilkan karya tulisan. Maka jika sudah bisa memiliki karya dia akan bisa menerbitkan buku berkali kali dan kapan saja tanpa tergantung orang lain. Sekarang tantangan terbesar kita bukan pada menerbitkan bukunya. Melainkan pada menulis setiap hari. Maka kita fokus dulu untuk menulis setiap hari bukan menulis untuk di terbitkan. Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Kita, tidak perlu mendatangi penerbit lagi. Mereka yang datang kepada kita. Buku-buku saya pada umumnya adalah hasil dari penerbit datang dan menawarkan untuk menerbitkan naskahnya

WHY
Pertama kenapa kita menulis setiap hari jika kita pingin berkarir di bidang penulisan. Dalam perspektik pembelajaran kita kenal ala bisa karena biasa. Jika kita biasa melakukan sesuatu setiap hari maka kita akan terampil dalam melakukan sesuatu itu.
Yang kedua, kenapa kita perlu menulis setiap hari. Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. Nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan dan itu terjadi secara refleks saja. Begitu pula ketika kita merasakan sesuatu. Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu. atau butuh seseorang yang mau mendengarnya. Padahal, belum tentu ada yang mau dengan kan? Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya. Yaitu selembar kertas dengan pena kalau dulu. Kalau  sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana.
Yang ketiga, menulis setiap hari itu merupakan healing remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat
Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu Sekarang kita bahas WHAT
WHAT makes you write something?
Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis? Pertanyaan ini sederhana. Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan. Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis. dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis?
Pertama ada orang yang menulis agar mendapatkan uang? berada di level ini, penulis untuk mendapatkan uang, karena penulis butuh untuk biasa sekolah. Apakah penulis berhasil? Lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. Lebih banyak naskah yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan. Saat itulah kemudian penulis sadar bahwa, menulis karena ingin mendapatkan uang, bukanlah nilai pribadi penulis. Dan sampai sekarang,seorang penulis menulis bukan untuk uang. Tetapi boleh menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis tidak masalah.
Kedua, menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini  paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita. Maka itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa sangat banyak. Contoh. Hal apa yang kita tangkap dengan panca indra sekarang? Ada bunyi AC? Itu sumber ide.  Ada suara seseorang yang lewat didepan rumah? itu sumber ide, Ada bunyi PRAAAANG! gara-gara panci jatuh? semua sumber ide. Dan ide itu, hanya butuh sentuhan berupa mengolah pikiran yang kemudian menuangkan hasil olah pikir itu kedalam tulisan dan karena rangsangan itu selalu ada setiap hari, maka kita semua sebenarnya bisa menulis setiap hari.
Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita.

 
Kesimpulan :
Ø kenapa perlu menulis setiap hari? Karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri.
Ø Bagimana kemampuan itu diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS. Jika  kita sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal, mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari. Seberapa banyak? Usahakan , 1 hari 1 artikel. Nah kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan jumlah katanya kan ya. Kan jaman dulu kalau kita mau mengirim artikel ke koran, itu ada ketentuan jumlah kata. Hal itu membuat penulis pemula kesulitan. Kenapa? Karena bukan hal yang mudah untuk menuangkan gagasan secara indah dengan jumlah kata yang ditentukan. Maka menurut nara sumber, ukurannya adalah "1 Artikel". Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu ukurannya. Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya. Kenapa saya pakai kata KALAU? Karena, belum tentu ada orang yang membaca artikel itu. Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak. Kenapa  Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif kan ya. Kan tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif. So  yang penting menulis saja dulu. Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, YAKIN DEH bakal dibaca.
Ø Banyak membaca buku bisa membantu kita menjadi penulis yang berwawasan luas.
Ø Mengambil sebagian isi buku yang kita baca untuk dijadikan bahan tulisan kita. Dengan catatan kita menjadikan buku itu sebagai  referensi penunjang ide penulisan kita. Sebaiknya ide penulisanya tetap dari kita, tapi  boleh mengambil beberapa kutipan dari buku tersebut untuk melengkapi buku kita. Tetapi kita harus tetap menjaga agar jangan sampai mengesankan bahwa kitipan itu hasil pemikiran kita.

4 comments:

  1. Tulisan yg bagus, karena menulis dapat menjadi tolok ukur seberapa penyerapan kemampuan seseorang dari berbagai hal. Baik dari pengalaman, belajar, dan kehidupan. Kunci utamanya adalah membaca. Membaca dari pengalaman, belajar dan kehidupan. Menulis bisa dikatakan sedang mengukir. 😇

    ReplyDelete
  2. Oke Bun lanjut menulis dan menulis.

    ReplyDelete

Puisi

                      Untaian Cerita Soreku Detik detik jarum jam mengingatkan ku pada seseorang disampingku saat belajar di bangku...